![]() |
| Sumber foto: Aurellia Henyndraputri |
Nanang Rudit Supriyatin, penggagas, pelaksana, dan penyair Indonesia yang juga mantan PNS di Pemda DKI Jakarta, menjelaskan bahwa acara Senja Berpuisi awalnya digagas dari diskusi antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta dengan Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin. Kedua lembaga tersebut kemudian berkolaborasi dengan OMG Organizer dan Dapur Sastra Jakarta dalam pelaksanaan acara ini.
Hal ini disampaikan oleh Nanang Rudit Supriyatin dalam acara Senja Berpuisi yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/10/2022).
Menurut Nanang, alasan acara ini dinamakan Senja Berpuisi adalah karena mereka ingin menghadirkan suasana yang berbeda. "Kita mencoba untuk tampil yang berbeda, diadakannya pun di selasar bukan indoor, di ruang terbuka, biar penonton yang ada di TIM ini lebih banyak," ujarnya.
Nanang Rudit Supriyatin juga menyatakan bahwa tema yang diusung dalam setiap episodenya secara umum serupa karena fokus utama acara ini adalah puisi. "Di dalamnya ada pembacaan puisi, musikalisasi puisi, pantomim, monolog, visualisasi puisi, dan segala macam yang berbentuk puisi. Dari 12 episode sebelumnya, mereka tampil dengan interaksi yang berbeda, dengan komponen dan eksplorasi yang juga berbeda-beda satu sama lain," jelasnya.
Senja Berpuisi merupakan kerja sama kelembagaan antara OMG Organizer dan Dapur Sastra yang bertujuan untuk merekrut dan menginventarisasi talenta dari berbagai komunitas. "Kita merekrut dan menginventarisasi teman-teman yang ada di komunitas, baik itu grup musikalisasi, grup sastra, maupun person-person yang ada. Siapa saja yang bersedia tampil di Senja Berpuisi ini, di sinilah kami mencoba merekrut satu sama lain, saling memberi reaksi, semua itu sifatnya positif," katanya.

0 Komentar