Marriage is Scary

Sumber foto: Pexels/Sandro Crepulia

Menjadi sebuah tren di berbagai platform media sosial, "Marriage is Scary" atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Pernikahan itu menakutkan.” Sebenarnya hal apa sih yang membuat kalangan muda terutama para wanita yang berpendapat bahwa pernikahan itu menakutkan bahkan sampai ada yang enggan untuk menikah.

Akhir-akhir ini memang tengah ramai dengan banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga, perceraian dan permasalahan yang terjadi setelah menikah. Pemberitaan kasus perceraian artis hingga selebgram yang dipublikasikan oleh media, mengundang ketakutan banyak generasi muda untuk tidak ingin menikah. 


Sebuah pernikahan tentunya bukanlah hal yang mudah, harus memilih pasangan untuk berbagi kehidupan hingga seumur hidup. Rasa ketakutan bahwa pasangan akan berubah setelah menikah, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga dan permasalahan lainnya. Hal ini membuat kita harus lebih selektif lagi dalam memilih pasangan terutama sebelum turun ke jenjang pernikahan. Banyak aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari sifat, ekonomi, agama, kesamaan visi dan misi dalam berkeluarga dan juga aspek lainnya. Pernikahan itu bukan hanya soal cinta. 


Selain tren ini, tak sedikit juga yang berpendapat bahwa pernikahan itu menyenangkan asal dengan orang tepat. Banyak artis hingga selebgram yang gemar membagikan momen kebahagiaan mereka setelah menikah dan memiliki keluarga yang harmonis. Banyak Gen Z yang merasa bingung dengan tren pernikahan saat ini karena mereka terpapar pada beragam perspektif dan pengalaman yang berbeda dari generasi sebelumnya. Tren "Marriage is Scary" atau "Marriage is Fun" merupakan dinamika sosial yang sangat kompleks. Sebenarnya sih bukan takut untuk menikah, tapi takut salah pilih pasangan bukan?


Kesimpulannya, tren "Marriage is Scary" di kalangan generasi muda, terutama wanita, mencerminkan kecemasan yang muncul akibat kasus-kasus negatif yang terkait dengan pernikahan, seperti perceraian, perselingkuhan, dan kekerasan dalam rumah tangga. Pemberitaan tentang masalah-masalah ini seringkali memengaruhi persepsi mereka tentang pernikahan, sehingga menimbulkan rasa takut akan komitmen jangka panjang dan kemungkinan salah memilih pasangan. 


Namun, bagi banyak orang, pernikahan tetap bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan, terutama jika dilandasi dengan komitmen yang kuat, komunikasi yang jujur, dan dengan pasangan yang tepat. Keseimbangan dalam memilih pasangan dan persiapan mental yang matang menjadi kunci utama agar pernikahan berjalan harmonis. Di tengah dinamika sosial ini, penting untuk mengingat bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta, tetapi juga tentang tanggung jawab, komitmen, dan saling mendukung satu sama lain dalam menjalani kehidupan bersama.


Posting Komentar

0 Komentar